Halaman

Kamis, 04 Oktober 2012

Cerpen : “Rumah Neraka Yang Misterius”


 “Rumah Neraka Yang Misterius”
          Akhir-akhir ini penculikan anak remaja semakin marak. Tetapi Polisi belum juga mendapatkan jejak penculik  anak remaja itu. Sebagaimana telah terjadi di daerah Salatiga banyak anak remaja yang telah terculik. Ada seorang ibu mencari anak perempuan kesayangannya. Dan bersama Polisi, ia mencari anaknya. suatu hari Polisi mengusut sebuah rumah yang dicurigai dan mencoba menanyakan pada tukang ojek yang tidak jauh dari rumah itu.
“Selamat siang.. apakah kalian pernah melihat seorang anak perempuan yang ada di foto ini?” sahut Pak Polisi sambil menyodorkan foto
“Oh.. ini saya pernah lihat! Dia masuk ke rumah itu!!” sahut salah seorang tukang ojek sambil menunjuk ke arah rumah yang sangat besar
“Tapi Pak Polisi, setahu saya di rumah ini itu banyak bodyguardnya!! Malahan penduduk di sini juga tak berani merazia rumah itu karena bodyguard yang membawa pistol yang canggih!!” tambah seorang tukang ojek lagi
“Oh.. begitu yah. Terima kasih bapak-bapak atas informasinya” sahut Pak Polisi
Setelah mendengar hal itu, Polisi yang menangani masalah ini mencoba menyusup ke dalam rumah itu. Salah seorang polisi yang berani melakukan itu adalah Pak Radit.
          Suatu hari, Radit berpura-pura melamar menjadi seorang pembantu di rumah itu. Ketika masuk ke rumah, Radit kaget melihat begitu banyak bodyguard yang bertubuh kekar. Ia ditanya oleh sembilan bodyguard tentang maksud kedatangannya. Dengan perkataan yang agak takut ia menjawab ingin melamar jadi pembantu rumah dikarenakan keadaan ekonomi yang menghimpit hidupnya. Kemudian Radit ditempatkan menjadi pelayan yang menyediakan minuman bir atau biasa disebut bartender. Dilihatnya di dalam rumah itu adalah tempat maksiat yang dihias begitu indah. Tapi sayangnya ia tidak diperbolehkan masuk ke dalam suatu ruangan yang hanya boleh dimasuki oleh para pelanggan dan para pelacur.
          Hari pertama kerja, ia begitu sibuk menuangkan beberapa botol anggur. Sambil bekerja Radit sibuk di dalam hatinya dengan dzikir kepada Alloh. Ia merasa bersalah telah melakukan pekerjaan ini, tapi ini juga karena demi menguak sebuah permasalahan. Jam 02.00 pagi, Radit merasa lelah dan capek. Ia membaringkan tubuhnya di sebuah kamar yang telah disediakan. Radit berpikir bahwa pekerjaan haram sama beratnya dengan pekerjaan halal dan lebih baik bekerja halal meskipun gaji sedikit daripada bekerja haram dengan gaji yang sangat banyak.
          Jam 10.00 pagi, lima orang bodyguard membangunkan Radit agar segera bekerja. Dengan hati yang setengah ia berusaha membersihkan meja bartender.  Tiba-tiba ada seorang pelacur yang meminta tiga botol Bir. Dengan sigap Radit membawa tiga botol Bir. Tapi pelacur itu memarahinya karena ingin Bir merek yang bagus. Radit marah kepada pelacur itu karena tidak bilang dari awal merek Birnya! Percekcokan pun tejadi dan itu berhenti ketika Radit melihat bodyguard yang mengepal tangan ke arahnya. Lama kemudian datang seorang anak perempuan yang sangat cantik. Radit merasa pernah melihatnya dan di ingat-ingat ternyata anak itu adalah anak yang sedang dicari polisi karena korban penculikan!
“Neng.. mau minuman Bir?” sahut Radit
“Tidak bang!! Saya mau numpang duduk disini saja”
“Mmmh, neng kenapa semuda neng bisa di tempat ini??” sahut Radit dengan suara yang rendah
“Bang, waktu itu saya pulang sekolah dan tiba-tiba diculik.. sudah seminggu di sini dan merasa ingin pulang!! Untungnya saya sedang haidl jadi mereka tak menjual aku..” sahut anak itu dengan nada yang pelan-pelan
“Sini neng.. dekat dengan abang!!” sahut Radit
Anak itu mendekati Radit dan membisikan bahwa Radit adalah seorang polisi yang mencarinya
“Oh… Alhamdulillah…!!!”
Tiba-tiba seorang bodyguard menghampiri mereka
“Apa yang kalian bicarakan???! Jangan menyebut kata suci itu di tempat ini!”
“I…i..ya bang..”sahut anak itu sambil ketakutan
Meskipun anak remaja itu takut tapi hati yang terdalam sangat senang karena datang seorang polisi (Radit) yang akan menyelamatkannya. Setelah bodyguard pergi menjauh, Radit menyuruh anak itu untuk menyelamatkan anak remaja lain yang terjebak di dalam rumah. Radit juga berpesan untuk berhati-hati agar rahasia ini tidak terbongkar.
          Sekitar pukul 02.00 Radit segera menyelesaikan pekerjaannya tapi pelacur itu datang dan membuat istirahat Radit berkurang..
“Bang, minta satu botol!”
“Tapi, saya itu mau istirahat!!”
“Hey, berani-beraninya kamu!!! Siapa nama kamu? Anak baru yah!”
“Saya Radit.. emang saya anak baru!”
“Dit.. jangan gituh kepada mbak Lessy. Dia tuh pelacur terlaku yang ada di rumah ini!” sahut salah seorang rekan kerja Radit sambil membawa satu botol Bir
“Kenapa sih kamu menjadi terlaku padahal namamu itu seperti nama anjing milik temanku namanya Lessy??!” sahut Radit sambil tertawa
“Wusss.. kurang ajar yah kamu!! Lihat aja aku ituh seksi, bohay dan rambutku yang panjang semakin menggoda” sahut Lessy yang memainkan rambutnya
Radit melihat Lessy dari ujung rambut sampai ujung kaki. Dan ternyata memang dia itu sangat… seksi. Tapi ia ingat dengan Alloh dan langsung mengucapkan Astagfirullah.
          Sejam sudah Radit menemani Lessy bicara. Ternyata Lessy melakukan pekerjaan itu karena tuntutan ekonomi yang sangat mendesak. Ia merasa di sisi lain Lessy juga mempunyai sikap manja dan dewasa. Seperti biasa jam 10.00 pagi Radit memulai pekerjaan haram yang terpaksa itu. Datanglah anak perempuan itu untuk melaporkan sesuatu. Dengan sembunyi-sembunyi anak perempuan itu memberikan beberapa kertas berisi laporan. Karena waktu itu banyak pelanggan, Radit sampai lupa menaruh kertas itu ditempat yang aman. Selesai bekerja, Radit mencari kertas tersebut dan sudah tidak ada. Ia panik karena takut terlihat oleh bodyguard tersebut.
          Keesokan harinya, sekitar jam 09.00 suasana sangat sepi. Radit sengaja bekerja lebih awal untuk bisa mencari kertas itu. tiba-tiba terdengar suara sepatu hak tinggi dan dilihatnya Lessy menghampiri Radit.
“Ada apa pagi-pagi!! Bukannya kamu sedang melayani pelanggan harammu!” sahut Radit sambil memalingkan pandangan
“Ini… sekarang aku tahu rahasiamu!!” sahut Lessy sambil memberikan beberapa kertas yang dicari Radit
“Jad…jadii,,, Please aku harap kamu tak memberitahu kepada siapapun masalah ini!” sahut Radit yang memohon
“Ok! Tapi dengan satu syarat aku boleh membantumu..?”
“Kenapa kamu ingin membantuku? Pasti karena suruhan bos mu!! Ayo ngaku!” sahut Radit dengan wajah yang mencurigai
“Lagipula si bos belum tahu! Sebenernya aku ingin mengakhiri ini! Setelah bertemu dengan kamu keinginanku tambah kuat. Aku ingin menjadi orang yang baik”
“Tapi tetap kamu akan dipenjara?”
“Tak apa-apalah. Aku akan berusaha menjadi orang baik”
“Mmmh, klo gituh bawa aku masuk ke dalam suatu ruangan yang tak boleh ku masuki”
“Ok! Aku akan meminta kamu pura-pura membawakan minuman Bir”
Setelah berbicara Lessy segera ke kamar agar tidak dicurigai. Sementara Radit membaca kertas laporan. Ternyata tercatat banyak sekali anak remaja yang sudah menjual keremajaannya dan ada beberapa orang yang ingin diselamatkan dari rumah besar ini. Jam 10.00 semua pemaksiat berkumpul. Tiba-tiba Lessy datang dengan wajah yang sepertinya tak terjadi sesuatu. Ia memesan lima botol Bir dan meminta dibawakan kepada ruangan rahasia itu. Radit yang membawa lima botol Bir ditemani Lessy menuju ruangan itu. Dengan jalan yang silang sembari memamerkan tubuh seksinya dia mendekat lelaki pemaksiat dan menyapa lelaki itu. Radit melihat-lihat ruangan dan sepertinya ada sesuatu dibalik dinding itu. Setelah mengantar minuman, Radit kesal melihat sikap Lessy yang kembali menjadi pelacur. Ia menyandarkan tangan ke dinding dan terlihat sebuah lubang yang seperti pembuka pintu. Tiba-tiba ada seorang lelaki dan beberapa pelacur membuka dinding itu dan terlihat menjadi sebuah pintu! Dia senang bisa memecahkan ruangan rahasia. Kemudian Radit segera kembali ke tempat bartender.
          Suatu hari, Radit mengambil cuti dengan alasan ibunya yang ada dikampung sakit parah. Lessy merasa kesepian tanpa Radit yang sudah menjadi teman ngobrolnya. Hari rabu sejumlah Polisi disertai warga menggrebek rumah itu. Tapi yang terlihat hanya sejumlah remaja yang dicari. Suasana tempat itu terlihat berantakan dengan minuman keras. Bau minuman dan wangi parfum wanita penghibur tercium sengit. Di ruangan hanya tersengar suara jam yang berdetak teratur. Radit dan beberapa polisi mulai menggeledah ruangan rahasia itu. dan Radit membisikan kepada Kepala Polisi bahwa ada rahasia di balik dinding. Ketika dibuka dinding yang berlubang terlihat sebuah ruangan yang luas.  Polisi menangkap seluruh wanita penghibur, laki-laki pemaksiat, dan bahkan pemilik rumah neraka itu telah tertangkap!
          Di kantor polisi semua diberi pertanyaan untuk melengkapkan data. Radit yang ikut melengkapkan data, harus mewawancarai Lessy. Dengan gaya yang cuek Radit mulai memberikan satu pertanyaan. Lessy merasa jika Radit bukan temannya seperti yang terjalin di rumah neraka itu.
          Selama di penjara, Lessy terus membenahi diri. Ia menjadi dikerudung dan bahkan rajin ibadah. Lessy juga merubah namanya menjadi Laila. Setelah keluar dari penjara, Lessy sangat menyesal atas perbuatannya di masa lalu. Kini, ia menyongsong massa depan dengan lebih baik…

The End

Tidak ada komentar:

Posting Komentar